Ilaa hadhorotin nabiyyil musthofaa muhammadin shollalloohu' alaihi wasallam. Wa'alaa aalihii wa ash haabihii wa azwaajihii wa dzurriyyatihii wa liman dakhola fii baitihil kiroomi ajma'iin. Syaiun lillaahi lahum.al fateha.
Tsumma ilaa arwaahi aabaa ihii wa ummahaatihii wa ikhwaanihii minal anbiyaai wal mursaliin. Wa ilal malaa ikatil muqorrobiina wal karuubiyyina wasy syuhadaa'i wash shoolihiina wal aali kullin wa ash haabi kullin wa ilaa ruuhi abinaa Aadama wa ummina hawaa'a. Wamaa tanaasala bainahumaa ilaa yaumiddiin. Syaiun lillaahi lahum. AL-FATEHA.
Tsumma ilaa arwaahi saadaatina wa mawaaliina wa a immatinaa abi bakarin wa U'maro wa utsmaana wa aliyyi wa ilb baqiyyatish shohaabati wal qoroobati wattaabi'ina wa taabi'it taabi'iina lahum bi ihsaanin ilaa yaumiddin. Syaiun lillaahi lahum. AL FATEHAH.
THORIQOOT QOODIRIYYAH WAN NAQSABANDIYYAH PONDOK PESANTREN SURYALAYA SYEKH AKMAD SHOHIBUL WAFA TAJUL ARIFIN ( ABAH ANOM )
Senin, 21 Desember 2009
Jumat, 18 Desember 2009
Rhobitho
Rhobito
Assalaa_mu’alaika Yaa maa_laikaz zamaa_ni , wa Yaa imaa_mal makani wa yaa Qoo_ima bi amrir Rohman, wa yaa waa_ritsal kitaa_bi, wa Yaa naa_iba rosuu_lillahi sholallahu ‘alaihi wa sallama. Wa yaa ahli waqtihi kulluhum, wa yaaminas samaa_i wal ardli ‘aa_idatahu waya may yunazzilal ghoitsa bi da’wa_tihi wa yudirod _dlor a’bi barokatihi syakh Abdullah Mubarok Bin Nur Muhammad ra,syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin ra. wa rohmatullahi wa barokaa__tuhu,
Selasa, 15 Desember 2009
Masalah ke 23
Apakah kalimat tashowwuf ada di dalam al qur'an ?
Jangankan di dalam alquran, dimulut andapun ada. Beberapa tahun usia mulud anda semenjak lahir sampai sekarang, kalimat itu sudah ada pada dirimu, kali ini baru keluar, bearti anda menanyakan apa yang telah ada pada dirimu sendiri, tetapi anda belum mengetahuinya, maka bertanya kepada yang telah sangat mengetahui, maka bertanya kpd yg telah sangat mengetahui hal itu ahlinya. Tidak boleh bertanya tentang sesuatu kepada yang bukan ahlinya.
Demikianlah alquran memberikan petunjuk kepada kita, agar usaha kita tidak sia sia. Saya bukan ahli dalam hal itu
Jangankan di dalam alquran, dimulut andapun ada. Beberapa tahun usia mulud anda semenjak lahir sampai sekarang, kalimat itu sudah ada pada dirimu, kali ini baru keluar, bearti anda menanyakan apa yang telah ada pada dirimu sendiri, tetapi anda belum mengetahuinya, maka bertanya kepada yang telah sangat mengetahui, maka bertanya kpd yg telah sangat mengetahui hal itu ahlinya. Tidak boleh bertanya tentang sesuatu kepada yang bukan ahlinya.
Demikianlah alquran memberikan petunjuk kepada kita, agar usaha kita tidak sia sia. Saya bukan ahli dalam hal itu
Sholat hajat.
Yaa Syeikh Muhyiddin.Yaa Sayyidina Muhyiddin. Yaa Maulana Muhyiddin. Yaa Makhduma Muhyiddin. Yaa Khowajah Muhyiddin. Yaa Syaah Muhyiddin. Yaa Darwiisya Muhyiddin Yaa Quthba Muhyiddin. Yaa Suthoona Muhyiddin. Yaa Ghoutsa Muhyiddin. Yaa Sayyidas Saadaati Abdul Qodir Muhyiddin, Yaa Ubaidalloh aghistnii biidznillah, wayaa syaikhots Tsaqolaini ahgitsnii waamdidnii fi qodloi haajatii...(disebut hajatnya) diakhiri dng do'a penyerahan total hanya kpd Alloh: Allahhumma lakal kullu wa bikal kullu wa minkal kullu wa ilaiykal kullu wa antal kullu wa kullul kulli birohmatika yaa arhamarrohhimiin. Artinya: Yaa Alloh hanya milik Mu semuanya, dan hanya oleh Mu semuanya, dan hanya dari Mu semuanya, dan hanya kepada Mu semuanya dan hanya Engkau segala galanya, dan semuanya dari semuanya hanya dng rohmad Mu semata mata. Yaa Alloh yang Maha pengasih diatas semuanya yang belas kasih''
Pertemuan wakil talkin
Karena sudah batal wudhu, kami segera menuju tempat wudhu untuk bersuci. Dari tempat bersuci ini kami melihat satu persatu Wakil Talqin mulai menaiki anak tangga menuju Puncak Suryalaya. Selesai bersuci, kami segera menuju bangunan makam Abah Sepuh. Puluhan Wakil Talqin telah mengambil posisi duduk bersila di depan makam Abah Sepuh di Ruang Utama.
Makam Abah Sepuh adalah sebuah bangunan yang berdiri di atas tanah seluas + 200 m2. Bangunan itu terdiri dari tiga ruangan dan memiliki pintu masuk dan keluar dari arah selatan dan timur. Jika kita masuk dari kedua pintu itu, akan tampak ruangan lapang yang menyita separuh dari keseluruhan bangunan makam. Ruangan ini adalah Ruangan Terluar.
Untuk memasuki Ruang Utama makam Abah Sepuh, jamaah harus memasuki ruang antara Ruang Terluar dan Ruang Utama. Ruang Antara itu disekat oleh dinding kaca yang transparan. Memanjang dari timur ke barat. Diantarai oleh dua buah pintu disisi paling timur dan barat yang tidak berdaun. Luasnya kira-kira sepertiga dari ruangan terluar. Sampai tulisan ini disusun, baru ada satu makam yang menempati ruang antara, yaitu makam Almh. Ibu Hj. Endah, putri Abah Sepuh di sisi paling barat.
Ruang Utama adalah tempat jasad Abah Sepuh dikebumikan. Untuk memasuki Ruang Utama, jamaah ziarah harus melewati sebuah pintu kaca yang selalu terkunci. Biasanya jarang orang yang bisa masuk ke Ruang Utama, hanya pihak keluarga Abah Sepuh dan tamu-tamu kehormatan saja yang diperkenankan memasukinya.
Jasad almarhum Abah Sepuh dikebumikan sejak tahun 1956. Pada permukaan tanah yang memendam jasad beliau yang mulia, dipasang batu nisan yang indah dikelilingi keramik berwarna abu-abu. Di atasnya kain kelambu putih menyelimuti. Tertata rapi dan disangga empat tiang di tiap sudut. Di Ruang Utama itu hanya ada satu pusara dan menyisakan banyak ruang kosong di sekelilingnya. Di ruangan kosong itulah para Wakil Talqin mengelilingi makam Abah Sepuh. Sementara itu, jamaah ziarah lain memadati Ruang Antara dan Ruang Terluar.
Mereka tunduk dalam posisi tawajuh. Menghubungkan qalbu masing-masing dengan Wali Mursyid Abah Anom dan Abah Sepuh. Keheningan menyelimuti seluruh ruangan. Keheningan dalam usaha wushul pada-Nya. Keheningan dalam kesibukan mengingat-Nya. Keheningan dalam membangun ‘komunikasi’ dengan-Nya. Keheningan dalam dzikir khofi.
Beberapa menit kemudian terdengar suara Ajengan Njen (KH. Zaenal Abidin Anwar) -satu dari tiga orang Pengemban Amanah Pangersa Abah- memimpin tawassul. Rangkaian hadharah dilantunkan diikuti pembacaan Surah Al Fatihah oleh jamaah ziarah, demikian berseling antara hadharah dan Surat Al Fatihah berulang selama tujuh kali. Setelah itu terdengar jelas para jamaah melantunkan surat-surat terakhir di dalam Al Qur’an. Hingga tuntas rangkaian wirid tawassul TQN Suryalaya.
Tidak lama berselang, kalimat thoyyibah terdengar. Seluruh jamaah ziarah mengucapkannya dengan mantap. Dzikir Laa ilaaha ilallaah terdengar bergemuruh. Menyesaki ruang-ruang kosong nurani. Terhujam di dada sebelah kiri, setiap satu kata terakhir kalimat thoyyibah terucap. Berulang dan berulang. Memunculkan getaran cinta kepada Sang Maha Pengasih.
Damai rasanya berziarah beserta orang-orang pilihan Wali Mursyid Abah Anom. Qalbu ini seakan-akan ikut tertarik dalam rangkaian gerbong mahabbah. Meniti setapak demi setapak alam ruhaniah. Membangun kedekatan dengan orang-orang yang dekat dengan Wali Mursyid. Menyelaraskan frekuensi dzawqiyah dalam bimbingan mulia Sang Wali Mursyid untuk ma’rifah kepada-Nya.
Setelah kira-kira duapuluh menit berlalu dalam intensitas dzikir jahr, terdengar kemudian suara KH. Nur Anom Mubarak bin KH. Abdullah Mubarak -Pengemban Amanah Pangersa Abah yang juga adik bungsunya- melantunkan doa penutup dzikir jahr. Kiyai yang berwajah mirip Abah Sepuh ini dengan perlahan dan khusyu’ memimpin jamaah ziarah melakukan permohonan kepada Sang Penjawab Segala Do’a. Suaranya yang timbul tenggelam di antara desiran angin sejuk Puncak Suryalaya menggetarkan nurani siapapun yang mendengar. Sesekali terdengar isakan tangis dari beberapa jamaah ziarah, entah karena haru atau saking khusyu’nya memadukan rasa. Mengharap kepada Sang Maha Pengampun untuk menghapus dosa karena segala maksiat dan ghaflah.
Tiga kali rangkaian surat Al Fatihah bergemuruh setelah itu. Menyeruak dari lisan jamaah ziarah mengiringi hadharah yang dipimpin KH. Nur Anom. Pertanda akan dimulainya dzikir yang tersembunyi. Bermunajat kepada Rabbul Izzati. Ber-afirmasi bahwa hanya Dia lah yang dimaksud dan ridha-Nya yang dicari. Sama-sama berharap didatangkan-Nya anugerah mahabbah dan ma’rifah kepada-Nya. Keheningan kembali meliputi suasana. Tunduk dalam tawajuh. Mengaitkan dzawq dalam robithoh.
Puji syukur tak terhingga tertuju kepada Sang Maha Pemberi Rahmat. Menyaksikan dan turut serta dalam prosesi ziarah bersama puluhan Wakil Talqin yang hanya dilakukan dua kali setahun merupakan rezeki luar biasa. Mudah-mudahan ALLAH SWT selalu membimbing mereka dalam melaksanakan tugas-tugas Pangersa Abah. Mendakwahkan kepada umat di seluruh dunia jalan terdekat dan termudah untuk wushul kepada-Nya. Menyebarkan tasawuf dan TQN Suryalaya kepada penghuni dunia untuk diamalkan, menuju kebangkitan kembali Islam. (han)
Langganan:
Postingan (Atom)





